“Menelusur Djedjak Adinda” Oleh Henk Mak van Dijk

Ini esai aku jang bikin terdjemahannja. Klow gak betah batja tulisan dalem edjaan Soewandi, silahken klik di sini untuk versi edjaan orde baunja, alias EYD. Eduard Douwes Dekker baru berusia 18 tahun tatkala dia, pada tahun 1839, tiba di Batavia

“Menelusur Djedjak Adinda” Oleh Henk Mak van Dijk

Ini esai aku jang bikin terdjemahannja. Klow gak betah batja tulisan dalem edjaan Soewandi, silahken klik di sini untuk versi edjaan orde baunja, alias EYD. Eduard Douwes Dekker baru berusia 18 tahun tatkala dia, pada tahun 1839, tiba di Batavia

“La politique de la langue et la mentalité VOC” par Joss Wibisono

Article paru dans Le Banian no. 16, Décembre 2013, pp. 187-191 Les Espagnols l’ont fait aux Philippines, les Portugais au Timor oriental, les Français en Indochine et, dans une certaine mesure, les Britanniques en Birmanie : les (ex)-colonisateurs ont forcé

“La politique de la langue et la mentalité VOC” par Joss Wibisono

Article paru dans Le Banian no. 16, Décembre 2013, pp. 187-191 Les Espagnols l’ont fait aux Philippines, les Portugais au Timor oriental, les Français en Indochine et, dans une certaine mesure, les Britanniques en Birmanie : les (ex)-colonisateurs ont forcé

“Pers Eropa: tiada berita positip buwat tjapres nomer 1″ oleh Joss Wibisono

Hari2 tenang ini enaknja digunaken untuk tjari2 berita pers asing tentang pilpres jang bakalan digelar Rebo 9 Djuli mendateng di seantero tanah air. Setelah lihat2 di internet, betapa kagetnja diriku begitu mendapatin bahwa ternjata bener2 engga ada berita positif tentang

“Pers Eropa: tiada berita positip buwat tjapres nomer 1″ oleh Joss Wibisono

Hari2 tenang ini enaknja digunaken untuk tjari2 berita pers asing tentang pilpres jang bakalan digelar Rebo 9 Djuli mendateng di seantero tanah air. Setelah lihat2 di internet, betapa kagetnja diriku begitu mendapatin bahwa ternjata bener2 engga ada berita positif tentang

“Merasa Perkasa” oleh Joss Wibisono

Hari ini 5 Djuli 2014, saat berlangsung tjoblosan di KBRI Den Haag, diriku tiba2 merasa perkasa, perkasa sekali. Perkasa karena ternjata diriku diminta untuk menentukan nasib empat orang jang ber-tjita2 memimpin negeriku. Untuk tjita2 itu betapa mereka sekarang begitu tergantung

“Merasa Perkasa” oleh Joss Wibisono

Hari ini 5 Djuli 2014, saat berlangsung tjoblosan di KBRI Den Haag, diriku tiba2 merasa perkasa, perkasa sekali. Perkasa karena ternjata diriku diminta untuk menentukan nasib empat orang jang ber-tjita2 memimpin negeriku. Untuk tjita2 itu betapa mereka sekarang begitu tergantung

“Bagi Mereka Sebaiknja Oranje Pulang Sadja” Oleh Marijn de Vries

Klik di sini untuk versi aslinja jang dalem bahasa Londo; berikut ini alih bahasa: Joss Wibisono     Air dalam ketel dikiranja sudah mendidih begitu terlihat busa tatkala dia memasukkan sebungkus teh tjelup ke dalamnja. Tapi dia lebih berniat beli

“Bagi Mereka Sebaiknja Oranje Pulang Sadja” Oleh Marijn de Vries

Klik di sini untuk versi aslinja jang dalem bahasa Londo; berikut ini alih bahasa: Joss Wibisono     Air dalam ketel dikiranja sudah mendidih begitu terlihat busa tatkala dia memasukkan sebungkus teh tjelup ke dalamnja. Tapi dia lebih berniat beli

“Menjanji dengan segenap raga” oleh Joss Wibisono

Karena diwawantjarai Indonesiënu.nl aku tulis azha deh resensi ini. Di atas pentas, keberhasilan seorang soprano lebih tergantung pada kerdjasamanja dengan pianis pengiring ketimbang hanja pada kualitas vokalnja sendiri. Ini dibuktikan oleh dua orang pemusik Asia jang menuntut ilmu di Belanda

“Menjanji dengan segenap raga” oleh Joss Wibisono

Karena diwawantjarai Indonesiënu.nl aku tulis azha deh resensi ini. Di atas pentas, keberhasilan seorang soprano lebih tergantung pada kerdjasamanja dengan pianis pengiring ketimbang hanja pada kualitas vokalnja sendiri. Ini dibuktikan oleh dua orang pemusik Asia jang menuntut ilmu di Belanda

“Avoir le gamelan dans le sang” par Joss Wibisono

Article paru dans Le Banian no. 15 juin 2013, pp. 41-52   On a souvent ignoré le rôle du colonialisme dans le rapprochement de styles musicaux. Pourtant, dans le cas du gamelan (musique traditionnelle de Java et Bali), il existe

“Avoir le gamelan dans le sang” par Joss Wibisono

Article paru dans Le Banian no. 15 juin 2013, pp. 41-52   On a souvent ignoré le rôle du colonialisme dans le rapprochement de styles musicaux. Pourtant, dans le cas du gamelan (musique traditionnelle de Java et Bali), il existe