“Amsterdam: tjatetan musim semi 1941” tjerpen Joss Wibisono

kepada Martin Aleida: pemeluk teguh     SEMULA TJATETAN INI KUPERSIAPKAN UNTUK I DAN W, SEBAGAI sematjem pegangan setiap kali, kepada mereka, aku melapor apa sadja jang telah kulakukan. Pada zaman sulit dan gelap itu mereka berdua telah berperan sebagai penundjuk djalan, bukan sadja bagi diriku pribadi, tetapi djuga bagi banjak orang di sekitar kami….

“Keprihatinan bahasa Benedict Anderson” oleh Joss Wibisono

Versi awal tulisan ini terbit sebagai kolom pada mingguan Tempo edisi 27 desember 2015 (halaman 131), versi berikutnja nongol sebagai lampiran dalam atjara mengenang Ben Anderson jang diselenggarakan di TIM, Djakarta, tanggal 22 djanuari 2016. Keduanja dalam djudul jang ber-beda2. Karena masih ada sadja gagasan lain, sementara dua kesempatan di atas membatasi pandjangnja tulisan, maka…

“Kura2 sungai Kamo” fiksi oleh Joss Wibisono

Kalow pingin batja versi EYD silahken klik ini. Tapi di situ ada satu salah tjetak fatal jang membuwat isi tjerita gak djelas. Dan, di situ ikke ada paké nama pena. Pernahkah terselip keinginan pada diri kita, betapapun ketjilnja, untuk kembali ke masa lampau, menghidupinja lagi seperti masa kini? Tanpa kita sadari itulah jang sebenarnja terdjadi…

“Rijsttafel versus entrecôte” fiksi oleh Joss Wibisono

Versi lain jang lebih pendek dan dalem EYD telah nongol di Koran Tempo edisi achir pekan 20-21 februari 2016, halaman 22 dan 23.  Untuk bisa memperoleh gambaran jang lebih lengkap tentang isi kisah fiksi ini, silahken mengklik djuga pelbagai tautan (klow bisa semua) jang ada. dengan tangan terkepal untuk Hartoyo   TJUATJA BATAVIA TAK ubahnja…

“Jokowi tabur bunga di Serodja: sepadan dengen siapa?” oleh Joss Wibisono

Berikut sekedar gagasan awal tentang mengapa Indonesia bisanja tjuman mendjiplak Belanda, bekas pendjadjahnja. Berkenaan dengen kundjungan Jokowi ke Timor Leste jang merdeka dari pendudukan ABRI (sekarang TNI), di facebook sempat beredar beberapa foto jang membandingkennja dengen kundjungan Kanselir Djerman Barat Willy Brandt ke ghetto Jahudi di Warsawa pada desember 1970. Pada saat itu, setelah meletakkan…

“50 tahun G30S dalam sorotan pers Belanda” oleh Joss Wibisono

Versi lain tindjauan pers ini telah nongol di madjalah Historia No 25, halaman 17-19. Lima puluh tahun G30S ternjata djuga mendjadi pemberitaan media massa Belanda, negeri bekas pendjadjah. Bukan tjuma koran, mingguan atau media tjetak lain jang memberitakannja, tapi djuga radio dan televisi serta tak ketinggalan situs web. Menariknja, ketika mingsih adaaa sadja media massa…

“Bukan keturunan djuragan” oleh Joss Wibisono

Versi pendekan dan dalem EYDnja orde bau telah nongol di harian Suara Merdeka, edisi 10 djanuari 2016, halaman 18 bawah. Novel Sang Djuragan Teh karja Hella Haasse hanja menampilkan bumiputra Hindia Belanda sebagai figuran. DI BUMI KELAHIRANNJA, INDONESIA, NAMA HELLA Haasse hanja dikenal oleh kalangan terbatas, misalnja mereka jang beladjar dan mendalami sastra Belanda, seperti…

“Lamat2 gamelan Bali dalam musik klasik barat” Oleh Joss Wibisono

Versi sedikit lain dan dalem edjaan orde bau nongolnja di Bali Post edisi 20 desember 2015, di sekudjur halaman 4. BULAN NOVEMBER 2015, het Muziektheater jaitu gedung opera Amsterdam, ibukota Belanda, mementaskan dua opera karja komponis Prantjis Francis Poulenc (1899-1963). Opera pertama berdjudul Dialogues des Carmélites (Tjeloteh biarawati Karmelites) sedangkan opera kedua, lebih pendek dan…

2015 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini. Berikut ini kutipannya: Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 24.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 9 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya. Klik di sini untuk melihat…

“In memoriam Benedict Richard O’Gorman Anderson: polyglot tulen pakar Asia Tenggara” oleh Joss Wibisono

Klow maunja batja versi EYD (jang enggak didemenin Oom Ben) silahken ngeklik ini. Aku kenal pribadi Ben Anderson, dikenalkan oleh Sidney Jones, wektu melawat ke Freeville tahun 1991. Dengannja aku biasa ngobrol tentang banjak hal: bahasa, politik, tentara, masak memasak (dia ternjata suka sajur kale bahasa Inggris atau boerenkool bahasa Belanda masak teri dan lombok,…

“Enaknja jang mana: pilkada atau pemilukada?” oleh Joss Wibisono

Versi sedikit lain dan dalem EYD alias edjaan orde bau bisa dibatja klow mengklik ini Dulu —tatkala DPR meloloskan UU pemilihan kepala daerah tak langsung— orang sudah memperbintjangkannja. Sekarang —mendjelang serempak berlangsungnja pemilihan kepala daerah— lagi2 perbintjangan itu kembali terdengar. Dulu itu orang tidak hanja membahas apakah pemilihan kepala daerah sebaiknja dilakukan langsung oleh warga…

“Budaja takut kembali mentjekam Indonesia” oleh koresponden Michel Maas

Ini terdjemahan wasweswos laporan Michel Maas jang pada hari senin 26 oktober 2015, terbit di harian de Volkskrant, halaman 15. Pembunuhan massal orang2 komunis di Indonesia terdjadi 50 tahun silam. Tapi berbitjara dju2r tentang ‘1965’ te2p tidak mungkin. Lebih2 lagi: sensor sekarang kembali beroperasi sepenuhnja. Mendadak sontak sensor kembali sepenuhnja hadir di Indonesia. Hanja menjebut…