“Victim’s Plight, Perpetrator’s Absence” by Joss Wibisono

Juni 6, 2015

0

Other version of this review has appeared on Social Transformation Vol 3, No. 1 (pp 86-8) Fifteen years after the fall of Soeharto, the age of Reformasi, as it is popularly known, has finally reached the Indonesian literary scene. Not only is a novel published with its complete original content (which was omitted during Soeharto’s […]

Posted in: Bahasa, Politik, Sedjarah

“Titik buta nobel sastra” oleh Joss Wibisono

Mei 20, 2015

0

Untuk tahun 2013 (tatkala artikel ini ditulis) hadiah Nobel Kesusastraan diraih oleh tjerpenis Kanada Alice Munro. Lagi2 bukan penulis Asia Tenggara, seperti telah tak tulis di Tempo edisi 7-13 Oktober 2013 (halaman 74). Ini hlo versi usil kolomku itu. Sebagai pembuka, berikut dua dalil. Pertama, hadiah Nobel Kesusastraan sesungguhnja djuga erat berkaitan dengan bahasa, djadi […]

Posted in: Bahasa, Politik, Sedjarah

“Djilbab handuk saat makan malem di Kyoto” oleh Joss Wibisono

April 2, 2015

0

Di Djepun ternjata orang bisa makan beberapa gangen (hidangan) pada beberapa restoran. Djadi voorafje (hidangan pembuka) di restoran A, hoofdgerecht (hidangan utama) restoran B, dan toetje (hidangan penutup) di restoran C. Kajaknja di Belanda enggak ada deh jang berbuwat gitu. Paling banter mungkin tjuman mendjeladjah bar jang artinja minum dari satu bar ke bar jang […]

Posted in: Bahasa, Politik, Sedjarah

“Retour: sebuah novel djawaban” oleh Joss Wibisono

Maret 1, 2015

0

Versi EYD terbitnja di Suara Merdeka edisi 11 Djanuari halaman 23 Pulang karja Leila Chudori diterdjemahkan ke dalam bahasa Prantjis. Maka inilah djawaban seorang novelis Indonesia kepada seorang penulis Prantjis jang pernah menulis novel tentang Djawa. PADA TAHUN 1832 terbit sebuah novel berdjudul Voyage de Paris à Java (Perdjalanan dari Paris ke Djawa) karja penulis […]

Posted in: Bahasa, Politik, Sedjarah

“Makanan Djawa kuno: tanpa lombok dan kuning” oleh Joss Wibisono

Februari 1, 2015

5

Zaman sekarang tjabé sudah tidak terpisahkan lagi dari menu se-hari2 kita. Begitu besar perannja sampai sangat sulit membajangkan ada djamuan makan Nusantara jang sepenuhnja bebas dari lombok. Tidaklah mengherankan klow terdengar keluhan begitu harga tjabé melondjak. Tapi tahukah anda bahwa sebenernja hidangan makanan Nusantara tidak selalu mengandung lombok? Nusantara pernah mengenal zaman tak bertjabé. Bahkan […]

Posted in: Londo, Politik, Sedjarah

2014 in review

Januari 1, 2015

0

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini. Berikut ini kutipannya: Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 22.000 kali di 2014. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 8 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya. Klik di sini untuk melihat […]

Posted in: Bahasa

“Mengangkut babi” oleh Hedi Hinzler

Januari 1, 2015

0

Versi EYD nongolnja di Bali Post edisi 21 Desember 2014, halaman 19 kiri atas. Sjahdan, pada suatu ketika ada sematjam sangkar pandjang tanpa alas atau tutup, dibuat dari anjaman bambu kasar sadja dan dipergunakan untuk mengangkut babi hidup-hidup, ke pasar atau tempat pemotongan. Dulu itu djuga dibutuhkan tongkat jang dimasukkan ke dalam sangkar supaja dua […]

Posted in: Politik, Sedjarah
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 60 pengikut lainnya.