“Merasa Perkasa” oleh Joss Wibisono

Hari ini 5 Djuli 2014, saat berlangsung tjoblosan di KBRI Den Haag, diriku tiba2 merasa perkasa, perkasa sekali. Perkasa karena ternjata diriku diminta untuk menentukan nasib empat orang jang ber-tjita2 memimpin negeriku. Untuk tjita2 itu betapa mereka sekarang begitu tergantung pada suaraku. Memang bukan suaraku semata, tapi paling sedikit suaraku ikut menentukan berhasil tidaknja mereka mentjapai tjita2 itu. Kesadaran inilah jang membuwatku merasa perkasa.

Tak pernah aku punja perasaan seperti ini. Dan harus kuakui bahwa setelah orde bau bubaran baru pertama kali ini aku dengan sadar menentukan pilihanku. Selama orang kuwatnja berkuwasa tak pernah aku sudi ikut pemilu. Seingatku hanja pada pemilu 1999 aku memberikan suara. Waktu itu aku ikut pemilu lantaran tidak mau Golkar kembali berkuwasa. Djadi bukan lantaran aku benar2 mendukung PDIP, partai jang waktu itu kutjoblos.

Tapi sekarang beda sekali. Sekarang ini, tatkala aku memberikan swara untuk keduwa kalinja dalam hidupku, aku sadar sekali siapa pilihanku. Jang djelas aku tak mau mengchianati Fitri Nganthi Wani dan Mugiyanto Sipin jang Kamis 3 Djuli kutemui di Amsterdam. Tentu djuga Fajar Merah jang belum pernah kutemui dan ibu mereka Sipon.

Medjeng bareng Fitri Nganthi Wani di Nationaal Monument, Dam, Amsterdam
Medjeng bareng Fitri Nganthi Wani di Nationaal Monument, Dam, Amsterdam

Begitu pula diriku tak ingin mengchianati Nezar Patria, Raharja Waluya Jati, Faizol Riza, dan Aan Rusdianto jang pada hari itu djuga, di tanah air, mengumumkan surat terbuka kepada Jokowi dan Jusuf Kalla. Kepada keduwanja mereka menghimbau supaja membereskan masalah orang hilang kalau terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.

Mendengar penuturan Wani tentang nasib keluwarganja ketika ajah tak ketahuan lagi rimbanja, betapa diriku merasa sangat tidak berdaja. Kubajangkan zaman di Salatiga, ketika sering gujonan dengan Wiji Thukul, bahkan dia ku-budjuk2 supaja ikut kuliah dosenku, sebagai pendengar. Sekarang ternjata ada orang jang menjatakan bahwa penjair Wiji Thukul sebenarnja masih hidup tjuma dia telah menggunakan djati diri lain. Apa jang bisa kuperbuwat menghadapi orang jang tidak punja hati ini? Belum lagi memikirkan 12 orang lain jang sampai sekarang belum djuga kembali, seperti Wiji Thukul, ajah Wani dan Fajar, suami Sipon. Betapa diri ini lunglai tak berdaja, tak bisa berbuwat apa2.

Tiba2 ketidakberdajaan itu hilang ketika tanganku menggenggam surat swara. Inilah saatnja kutentukan pilihanku. Dan djelaslah siapa jang kupilih. Aku memilih Ir H Joko Widodo dan Jusuf Kalla: bukan hanja karena aku tak mau mengchianati teman2 jang pernah ditjulik dan keluarga mereka. Aku memilih tjapres nomer duwa ini djuga karena aku berharap masalah teman2 ini akan dibereskan. Lebih dari itu, aku memilih mereka untuk membuktikan keperkasaanku terhadap tjapres pertama.

Sekarang aku tak sabar lagi menunggu Rabu 9 Djuli mendatang ketika hasil pemungutan suara akan diumumkan. Aku sangat berharap pilihanku adalah djuga pilihan sebagian besar elektorat tanah air. Dengan begitu aku akan bisa berkata pada diriku sendiri bahwa, kalau terpilih, tjapres keduwa ini adalah djuga pilihanku. Dia presiden pilihanku, presiden kebanggaanku.

4 pemikiran pada ““Merasa Perkasa” oleh Joss Wibisono

  1. Semoga dengan capres dan cawapres salam dua jari tersebut dapat memberi “angin segar” terutama pada masalah orang hilang…Saya sepakat Mas Joss..

  2. bang Joss, terenyuh hatiku membaca karya tulisanmu…merinding bulu kuduk..teringat kembali pertemuan awal dan terakhirku dengan Ayahnya Wani&Fajar, Wiji Thukul di RS Dr Yap- Yogya.. mari kita kawal truuus JKWJK bila menang pilpres nanti, untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM dan kasus Penghilangan Paksa 1997/98.

  3. Joss, aku suka deh baca tulisanmu kali ini, karena kliatan kalau kamu nulisnya dari hati. Yang sudah2 tulisanmu kan keluar dari otak intelek. Piisss ya, Joss♡

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s