“Jokowi tabur bunga di Serodja: sepadan dengen siapa?” oleh Joss Wibisono

Berikut sekedar gagasan awal tentang mengapa Indonesia bisanja tjuman mendjiplak Belanda, bekas pendjadjahnja.

Berkenaan dengen kundjungan Jokowi ke Timor Leste jang merdeka dari pendudukan ABRI (sekarang TNI), di facebook sempat beredar beberapa foto jang membandingkennja dengen kundjungan Kanselir Djerman Barat Willy Brandt ke ghetto Jahudi di Warsawa pada desember 1970. Pada saat itu, setelah meletakkan karangan bunga, Willy Brandt tiba2 berlutut di depan tugu peringatan pemberontakan ghetto di Warsawa. Apa jang disebut »Warschauer Kniefall« (berlutut di Warsawa) ini tjukup menggemparkan. Bukan hanja lantaran di luwar protokol, tapi terutama djuga lantaran maknanja, jaitu kerendahan hati dan permintaan maaf.

Tentu sadja Jokowi tidak melakukan hal itu dan terlalu djauh panggang dari api untuk berharap Jokowi akan berbuwat seperti Willy Brandt. Perbedaan utamanja adalah Jokowi bukan penentang orde bau. Bahkan sebagai djuragan mebel, Jokowi boleh dikata tjukup diuntungken oleh orde bau. Willy Brandt djustru melawan Nazi, walowpun itu tidak dilakukannja di Djerman, melainken di Norwegia jang diduduki Nazi, seperti Timor Leste jang didudukin ABRI. Di sinilah makna simbolis »Warschauer Kniefall« jang dilakuken oleh Willy Brandt, itu adalah pelengkap perlawanannja terhadep Nazi. Djustru lantaran menentang Nazi dia berlutut di depan monumen korban Nazi. Perlawanannja mendjadi sempurna dengen permintaan maaf ketika dia sedikit banjak, dalem djabatan kanselir, merupaken penerus rezim Nazi.

Tidak mirip Willy Brandt ini sama sekali tidaklah berarti tak ada pemimpin Eropa jang bisa disandingken dengen Jokowi ketika dia tabur bunga di Serodja itu. Siapa kira2? Itulah Mark Rutte jang sekarang mendjabat perdana menteri Belanda, bener Londo si bekas pendjadjah itu. Soalnja pada kundjungan ke Indonesia tahun 2013, Mark Rutte sudah terlebih dahulu melakuken tabur bunga di Makam Menteng Pulo. Dan di Menteng Pulo itu terbaring pradjurit2 Belanda jang dulu tewas lantaran tugas merebut atau mempertahanken Indonesia sebagai wilajah djadjahan. Nah, di sini kita lihat persamaan dengan mereka jang terbaring di Serodja. Itulah pradjurit ABRI jang mendapet tugas mempertahanken Timor Timur sebagai provinsi termuda NKRI.

Tak pelak lagi, Indonesia ternjata hanja bisa membeo dan mendjiplak Londo bekas pendjadjahannja dalem menduduki Timor Timur. Dan itu terus membekas sampai sekarang. Kalau ada jang ingin membatja landjut persamaan Indonesia dengen Londo jang achirnja sama2 mendjadjah maka silahken mengklik ini.

Jokowi tabur bunga di Serodja Dili
Jokowi tabur bunga di Serodja Dili
Kanselir Djerman Barat Willi Brandt berlutut di Warsawa pada achir 1970
Kanselir Djerman Barat Willi Brandt berlutut di Warsawa pada achir 1970

Kanselir Djerman Barat Willy Brandt berlutut di depan Monumen Pemberontakan Ghetto di Warsawa pada tanggal 7 desember 1970. Dengan langkah di luwar protokol ini Willy Brandt jang pada zaman Nazi melantjarken perlawanan terhadep rezim totaliter ini, telah pula meminta maaf atas kelakuan rezim itu. Maklum Nazi pernah menduduki Polandia, termasuk membunuhin banjak warganja. Bukan tjuman itu. Tindakan ini djuga dilihat sebagai awal Ostpolitik jaitu langkah mendekati Blok Timur di tengah zaman perang dingin. Maka tahun berikutnja Willy Brandt meraih hadiah Nobel Perdamaian dan tindakan berlututnja ini dihargai dan dikenang sampai sekarang. Bahkan sampai ada monumen chusus di Warsawa jang menandai langkah luwar biasa ini.

Perdana Menteri Belanda Marc Rutte njekar di Menteng Pulo 2013
Perdana Menteri Belanda Marc Rutte njekar di Menteng Pulo 2013

Di atas itu adalah Mark Rutte, perdana menteri Belanda tatkala melakukan tabur bunga di Makam Menteng Pulo, Djakarta tahun 2013. Ajah Mark Rutte sendiri pernah bekerdja di Hindia Belanda, begitu pula kakak ibunja jang sebelum itu merupakan istri ajahnja. Ajah dan bibinja pernah masuk interniran Djepun, bibi bersama tiga kakak tirinja sempat mendekam di kamp Tjideng. Tapi Mark lahir di Londo, karena setelah Indonesia merdeka ajahnja ‘kembali’ ke Londo. Tidaklah berlebihan kalau disebut ketika tabur bunga di Serodja, Jokowi telah meniru langkah Mark Rutte, sang perdana menteri negara bekas pendjadjah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s